"Hal ini menunjukkan bahwa gula mungkin merupakan faktor kunci dalam membatasi pemulihan daya ingat," ujar Rehn.
Dia menambahkan bahwa tugas-tugas daya ingat yang dianalisis mencerminkan fungsi hippocampus, area otak yang esensial untuk pembelajaran dan memori, serta fungsi yang terlibat dalam pengaturan nafsu makan dan asupan makanan.
Studi ini tidak menemukan perbaikan yang konsisten pada kecemasan, tingkat aktivitas, atau motivasi terhadap makanan, sehingga menunjukkan bahwa efeknya spesifik untuk daya ingat.//Redaksi.
Artikel ini telah tayang di indonesiawindow.com dengan judul "Makin banyak makan gula, daya ingat makin menurun".