Kamis, 1 Oktober 2026

Konsumsi gula tinggi, berikut risikonya

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Rabu, 20 Mei 2026 | 09:01 WIB


Ilustrasi. (Towfiqu barbhuiya on Unsplash)





Sydney (Xinhua/Indonesia Window/Aentenews) – Memperbaiki kualitas asupan makan dapat meningkatkan daya ingat, tetapi konsumsi gula yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan kognitif jangka panjang, ungkap sebuah studi Australia.





Studi yang dipimpin oleh peneliti di Universitas Teknologi Sydney (University of Technology Sydney/UTS) Australia ini meneliti bagaimana perubahan dalam asupan makan kita memengaruhi daya ingat dan fungsi otak, sebut pernyataan UTS yang dirilis pada Senin (18/5).





Temuan ini, yang telah dipublikasikan di dalam jurnal Nutritional Neuroscience, menganalisis 27 studi praklinis untuk mempelajari apakah fungsi daya ingat dapat pulih setelah beralih dari asupan makan yang tidak sehat ke asupan makan yang lebih sehat.





"Hasil studi kami menunjukkan bahwa perbaikan kualitas asupan memang bermanfaat bagi daya ingat. Tetapi perbaikan tersebut tidak lengkap. Bahkan setelah beberapa pekan menjalani pola makan sehat, daya ingat tidak kembali ke level yang terlihat pada hewan yang tidak pernah mengonsumsi makanan tidak sehat," kata Simone Rehn, penulis utama dalam studi ini yang berasal dari UTS.





Para peneliti menemukan bahwa hewan pengerat yang beralih ke asupan sehat menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam tugas-tugas daya ingat daripada hewan pengerat yang terus mengonsumsi makanan tinggi lemak atau tinggi gula.





Namun demikian, pemulihan daya ingat bergantung pada komposisi makanan. Pemulihan terlihat dalam eksperimen yang menggunakan asupan tinggi lemak, tetapi tidak terlihat dalam eksperimen yang menggunakan asupan tinggi gula atau gabungan asupan tinggi lemak dan tinggi gula, papar para peneliti.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB

Terpopuler

X