Foto Dok BPBA Aceh
Banda Aceh (Aentenews)- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kapasitas Pemerintah Aceh dalam penanganan bahaya banjir dan mendorong dialukan penyusunan rencana kontinjensi (renkon) terpadu dan terkoordinasi.
Dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini bertujuan untuk mempersiapkan Pemerintah Aceh dalam merespons ancaman bahaya dan mengelola organisasi posko secara efektif ketika bencana banjir terjadi.
Melalui adanya dokumen renkon, Pemerintah Aceh, yang dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), tanggap darurat dapat berjalan terarah, terkoordinasi dan terpadu.
Langkah ini diimplementasikan dalam pertemuan penyusunan rencana kontinjensi (renkon) dan gladi ruang dan pos komando (posko) di Banda Aceh, Provinsi Aceh, pada 15 – 16 September 2026.
Widyaiswara Ahli Madya BNPB, Apriyuanda G. Bayu Pradana menyampaikan, renkon yang disusun bersama memudahkan para pemangku kepentingan dalam penanganan darurat.
“Dengan perencanaan yang baik, penanganan darurat nantinya dapat berjalan secara efektif. Berbagai pemangku kepentingan melakukan tugasnya secara terarah, terkoordinasi dan terpadu,” ujar Bayu.