Banda Aceh (Aentenews) - Banjir dan tanah longsor melanda Aceh, 26 November 2025, telah menyebabkan kehancuran hebat dan menyisakan kepedihan masyarakat dipedalaman Kabupaten Aceh Tamiang, salah satunya adalah Kampung Sekumur, Kecamatan Sekarak.
“Hancur total, hanya Masjid yang kokoh berdiri di Sekumur. Saya tak dapat membayangkan hari-hari warga di sini dalam situasi seperti ini. Anak-anak kita harus bermain dalam ruang gerak yang terbatas. Sementara tempat mereka pulang hanyalah sisa puing yang disulap menjadi pondok-pondok untuk tempat berteduh sementara,” kata isteri Gubernur Aceh Marlina Muzakir, seperti dikutip dari rilis Biro Adpim Setda Aceh di Banda Aceh, Jumat.
Menyaksikan sendiri puing-puing rumah penduduk akibat tersapu deras air bah yang disertai lumpur dan kayu-kayu bekas tebangan hutan, Marlina dan rombongan TP PKK Aceh tak kuasa menahan tangis saat bertemu warga di desa pedalaman Kabupaten Aceh Tamiang itu.
Marlina, sapaan akrab Kak Na, berupaya memberi dukungan moral agar masyarakat tetap kuat menghadapi musibah ini.
Dalam kunjungan dengan menembus medan yang berat, Kak Na dan Staf Ahli TP PKK Aceh juga membagikan biskuit untuk anak-anak di halaman Masjid.
Jelang Maghrib, Kak Na dan tim bergegas menuju tepi Sungai Simpang Kanan untuk menyeberang. Namun, langkahnya terhenti. Istri Gubernur Aceh itu mendengar Sariah (58 tahun) salah seorang warga terdampak sedang melantunkan ayat suci.
Kak Na dan Staf Ahli TP PKK Aceh sempat berdialog dan menyemangati Sariah. Meski seluruh keluarganya selamat, namun ibu dari 3 orang anak itu kehilangan rumah mereka. Saat ini Saniah menempati pondok berukuran 2x2 meter, yang dibuat dari kayu Yang dikasi dari tumpukan sampah bandang.