Jumat, 2 Oktober 2026

Puluhan rumah terendam banjir, jembatan tercancam ambruk di Subulussalam

Photo Author
Ampelsa Ps, AenteNews.com
- Jumat, 2 Oktober 2026 | 00:42 WIB
Sejumlah Rumah terendam banjir bercampur lumpur  akibat lumpna sungai di Kota Subulussalam, Aceh. Foto Dok BPBA.
Sejumlah Rumah terendam banjir bercampur lumpur akibat lumpna sungai di Kota Subulussalam, Aceh. Foto Dok BPBA.

 

 

Subulussalam (Aentenews) - Banjir bercampur lumpur kembali menggenangi sejumlah desa dan merusak jembatan di kecamatan Longkib dan kecamatan Simpang Kiri dalam wilayah Kota Subulussalam, provinsi Aceh sejak 30 September 2026.

Banjir di dua kecamatan tersebut akibat tingginya intensitas curah hujan menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap hingga ke kawasan permukiman warga.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh, melaporkan di Kecamatan Longkib, banjir luapan Sungai Tempuran masuk ke permukiman penduduk dan merendam sedikitnya 20 unit rumah warga. Selain rumah warga, banjir juga merusak sejumlah lahan pertanian masyarakat dan beberapa titik ruas jalan rusak dan jembatan terancam amblas.

Berdasarkan pendataan sementara, di Kecamatan Longkib terdapat 20 kepala keluarga (KK) atau 97 jiwa terdampak banjir. Namun , tidak ada warga yang mengungsi maupun korban jiwa akibat bencana tersebut.

D Kecamatan Simpang Kiri, luapan air merendm Desa Subulussalam Timur berdampak langsung terhadap 8 unit rumah warga atau sebanyak 8 KK.

Menurut warga, kerusakan jembatan akibat banjir mengganggu aktivitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kota Subulussalam telah melakukan sejumlah langkah penanganan. Petugas melakukan kajian cepat terhadap lokasi terdampak serta mengerahkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan evaluasi kondisi di lapangan, pendataan dampak bencana, serta pemantauan terhadap perkembangan situasi.

Hingga laporan terakhir, kondisi di Kecamatan Longkib menunjukkan air mulai berangsur surut, meskipun masih terdapat beberapa ruas jalan yang tergenang air. Sementara itu, di Kecamatan Simpang Kiri, genangan banjir telah surut, namun jembatan yang mengalami kerusakan struktural masih dalam kondisi rusak berat dan terancam ambruk, sehingga diperlukan kewaspadaan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.

BPBD Kota Subulussalam terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan daerah terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi yang dapat kembali meningkatkan debit sungai dan memicu genangan maupun banjir susulan.

Sebelumnya, Sabtu (26/9/2026) banjir juga merendam sebanyak 312 unit rumah warga di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, provinsi Aceh. Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Lae Souraya di daerah itu meluap hingga merendam ratusan rumah dan permukiman penduduk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ampelsa Ps

Tags

Terkini

X