Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, saat meninjau lokasi penangkaran bibit kopi arabika di Kampung Kala Nareh, Aceh Tengah , Selasa (7/7/2026). Foto MC Pemerintah Aceh .
Gayo Lues ( Aentenews)– Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mulai memperketat pengawasan terhadap penyaluran bantuan untuk pengembangan komoditas sektor pertanian mulai dari pengadaan bibit, pengolahan dan proses penanaman hingga menjadi tanaman produktif.
Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menegaskan bantuan pemerintah tidak boleh berhenti sebagai program di atas kertas, tetapi harus benar-benar menghasilkan kebun yang tertanam, sawah yang kembali produktif, dan ekonomi masyarakat meningkat pascabencana banjir di daerah tersebut.
Penegasan itu disampaikan Suhaidi saat memimpin rapat koordinasi bersama Plt. Sekretaris Daerah Gayo Lues, Irwansyah, serta jajaran kepala SKPK, dengan agenda pembahasan percepatan program pengembangan kopi melalui Geretek Kopi sekaligus rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana.
Salah satu perhatian utama Pemkab Gayo Lues, adalah pengembangan kopi dengan target mencapai 2.500 hektare. Sebanyak 1.813 hektare telah melengkapi administrasi, titik koordinat poligon hingga e-budgeting.
Data tersebut kini menunggu proses sertifikasi tim dinas sebelum masuk tahap pembagian bibit. Sementara 687 hektare lainnya masih dikebut kelengkapan administrasi dan input ke sistem kementerian.
Tak berhenti di sana, Pemkab Gayo Lues juga menyiapkan rehabilitasi kebun kopi seluas 300 hektare yang telah memiliki dokumen CPCL dan titik koordinat. Selain itu, terdapat usulan bantuan bencana untuk rehabilitasi kebun kopi seluas 1.000 hektare yang saat ini masih dalam proses verifikasi pemerintah pusat.