Peralatan pemantau gempa dicuri dan informasi peringatan dini bencana terganggu di Gayo Lues. Foto dok BMKG.
Gayo Lues (Aentenews) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi telah terjadi aksi pencurian dan perusakan peralatan pemantau gempa bumi di Shelter Site BGASI di desa Gantung Geluni, kecamatan Blang Pegayon, kabupaten Gayo Lues , provinsi Aceh sehingga dampaknya layanan informasi peringatan dini bencana terganggu.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Selatan, Sugeng Prayitno, menjelaskan dugaan pencurian dan perusakan peralatan BMKG itu berdampak pada penurunan kecepatan dan akurasi dalam menyalurkan informasi kebencanaan serta peringatan dini untuk masyarakat Aceh dan sekitarnya.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pintu shelter Site BGASI rusak dan dicongkel, gembok hilang, serta sejumlah kabel instalasi dipotong secara paksa. Dari hasil identifikasi, terdapat beberapa peralatan utama yang hilang dan menyebabkan stasiun tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya,” kata Sugeng.
Petugas BMKG pertama kali mengidentifikasi adanya gangguan operasional setelah transmisi data seismik dari stasiun tersebut terhenti total sejak Rabu (29/7). Menindaklanjuti kejanggalan transmisi data, BMKG langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lapangan pada Senin (3/8/2026).
Berdasarkan inventarisasi di tempat kejadian perkara (TKP), diduga pelaku menggasak sejumlah perangkat utama penerima dan pengirim data seismik ke pusat pengolahan data BMKG. Di antaranya peralatan yang dicuri berupa 1 unit Digitizer merek Quanterra (Kinemetrics) tipe Q8, 1 unit Modem VSAT merek iDirect tipe iQ Desktop+, 2 unit Baterai kapasitas 9 Ah serta 1 set Kabel Solar Panel (3 x 10 meter) beserta seluruh kabel instalasi internal shelter.
Sugeng menegaskan bahwa dampak hilangnya peralatan vital tersebut jauh melampaui kerugian finansial negara. Menurutnya, tidak beroperasinya Site BGASI secara langsung mengancam keselamatan nyawa warga yang bermukim di zona rawan gempa bumi.