Rabu, 30 September 2026

Alat Pemantau Gempa BMKG di Gayo Lues dicuri, informasi peringatan dini bencana terganggu

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:59 WIB



Ditaksir kerugian negara dari peralatan yang dicuri itu mencapai Rp246.442.213. Dampaknya melumpuhkan operasional pemantauan seismik.





"Wilayah Gayo Lues berada tepat pada lintasan Sesar Sumatera Segmen Tripa, yaitu salah satu sesar aktif dengan tingkat aktivitas kegempaan yang sangat tinggi. Segmen ini memiliki riwayat gempa merusak dan diperkirakan mampu memicu gempabumi maksimum hingga M7,4," tegas Sugeng.





Ia menambahkan bahwa ancaman tersebut bukan sekadar potensi, tetapi telah beberapa kali mengguncang dan merusak kawasan Gayo Lues. Pada 29 Mei 2017, gempabumi berkekuatan M4,9 merusak lebih dari 30 bangunan warga. Terbaru, gempa bumi M5,6 yang melanda pada 22 Juli 2026 kembali memicu kepanikan massal serta merusak sejumlah fasilitas publik, termasuk sebuah bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).





"Dalam kondisi kerawanan yang tinggi seperti ini, keberadaan stasiun pemantau gempabumi sangat krusial untuk mendeteksi aktivitas seismik secara cepat dan presisi. Lumpuhnya Site BGASI memangkas kemampuan jaringan BMKG dalam menentukan parameter gempa secara cepat. Keterlambatan informasi ini sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat," tambahnya.





Atas kejadian tersebut, BMKG melalui Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Selatan telah melaporkan kasus ini kepada Kepolisian Resor Gayo Lues. Laporan tersebut telah diterima melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor LP/B/42/VIII/2026/SPKT/POLRES GAYO LUES/POLDA ACEH tertanggal 3 Agustus 2026. Tim Reserse Kriminal Polres Gayo Lues pun telah menggelar olah TKP dan saat ini sedang menjalankan proses penyelidikan intensif guna mengusut tuntas serta menangkap para pelaku.





-




Peralatan pemantau gempa dicuri dan pelayanan informasi peringatan dini bencana terganggu di Gayo Lues. Foto dok BMKG.





Peristiwa ini menambah panjang daftar aksi vandalisme terhadap infrastruktur pemantau bencana di Indonesia. BMKG mencatat, sejak tahun 2015 hingga 2026, telah terjadi sedikitnya 15 kasus pencurian peralatan pemantau gempa bumi di berbagai daerah.





Rentetan kasus tersebut antara lain melanda Garut, Jawa Barat (2015); Muara Dua, Sumatra Selatan (2017); Manna, Bengkulu (2018); Indragiri Hilir, Riau (2022); Kluet Utara, Aceh Selatan (2022); Sorong dan Sausapor, Papua Barat (2022); Jambi (2022); Pulau Banyak, Aceh Singkil (2024); empat kasus di Sidrap, Sulawesi Selatan (2025); serta yang terbaru di Gayo Lues.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

TNI bangun 56 jembatan di Gayo Lues

Jumat, 31 Juli 2026 | 17:53 WIB

Gempa bumi guncang Gayo Lues

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:30 WIB

BBM Langka, Bupati Gayo Lues hubungi Pertamina

Senin, 13 Juli 2026 | 17:47 WIB

Terpopuler

X