Salah satu pembangunan jembatan perintis di pedalaman Gayo Lues
Gayo Lues (Aentenews) - Pembangunan jembatan perintis di wilayah terpencil Kabupaten Gayo Lues masih menghadapi sejumlah kendala seperti kondisi cuaca, akses jalan yang sulit serta persoalan izin penggunaan lahan masyarakat di Kecamatan Pining dan Tripe Jaya, kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Dandim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra mengatakan, untuk Kecamatan terangun dan Tripe Jaya masing-masing ada lima titik pembangunan jembatan. Untuk mempercepat pembangunan jembatan, Kodim 0113/GL juga mendapat dukungan personel dari Yonzipur dan Yon TP.
Meskipun pembangunan terus dilakukan, Dandim mengatakan, akses jalan menuju kecamatan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi TNI, jalan yang belum sepenuhnya pulih akibat bencana alam yang terjadi beberapa waktu yang lalu, menyulitkan personel dalam pengangkutan material terutama material dengan beban berat seperti baja, semen dan pasir.
“Khususnya untuk membawa material-material yang berbeban berat, seperti mungkin baja, ataupun semen dan pasir itu memang menjadi kendala tersendiri dalam pengerjaan, sehingga memang mungkin agak terhambat dalam pengerjaannya,” Ujar Dandim saat ditemui di Kodim 0113/GL, Kamis (13/08/2026).
Selain akses jalan yang sulit, cuaca juga menjadi salah satu kendala terbesar dalam pembangunan jembatan di wilayah tersebut.
“Seperti yang kita tahu di Gayo Lues cuacanya tidak menentu, walaupun mungkin di pesisir sudah kekeringan, kita disini masih sering hujan. Tentunya dengan hujan ini, rute menuju Pining dan Tripe Jaya yang bahwasannya jalan belum sepenuhnya pulih, tentunya itu menyulitkan kita untuk membawa material,” Jelas Dandim.