“Mahasiswa harus tetap kritis, berani mengawasi jalannya pemerintahan, dan menyuarakan kepentingan masyarakat. Namun, mahasiswa juga perlu membangun kapasitas untuk membaca persoalan secara mendalam, menggunakan data yang dapat dipertanggungjawabkan, dan menawarkan solusi yang berlandaskan pengetahuan,” kata dia.
Menurut Mujiburrahman, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab mengembangkan pengetahuan, melakukan penelitian, serta menyediakan analisis ilmiah terhadap persoalan masyarakat. Adapun pemerintah bertanggung jawab merumuskan kebijakan dan memastikan pembangunan menjawab kebutuhan publik.
Karena itu, ia berharap Rakernas BEM SI menghasilkan rekomendasi yang memperkuat hubungan antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan pemerintah, tanpa mengabaikan independensi kampus serta kebebasan kritis mahasiswa.
Ia juga berharap forum nasional tersebut tidak berhenti pada penyusunan agenda organisasi dan rekomendasi, tetapi menghasilkan gagasan yang dapat ditindaklanjuti.