Aceh Tamiang ( Aentenews) - Penanganan dampak banjir bandang pada November 2025 belum pulih di daerah kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, kini peristiwa yang sama banjir susulan kembali merendam ratusan rumah penduduk di 9 kecamatan dan termasuk jalan nasional.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah kabupaten Aceh Tamiang, Iman Suhery, Senin (12/10/2026) melaporkan berdaasar data sementara dari lapangan terdapat sebanyak 350 kepala Keluarga (KK) terdampak.
Untuk wilayah kecamatan Kejuruan Muda, meliputi dua desa tercatat sebanyak 110 kepala keluarga mengungsi di masjid dan selain di rumah kerabat karena ketinggian air mencapai 60 Centimeter
Kondisi yang sama juga terjadi di kecamatan Tamiang Hulu, sebanyak 180 KK warga mengungsi di desa Rongoh dan desa Suka Jaya serta desa Bandar Khalifah. Ketinggian air di kecamatan itu antara 1 meter hingga 1,5 meter.
“Petugas masih berada di lokasi banjir untuk melakukan evakuasi dan pemantauan di daerah terdampak. Ini data sementara hari ini pukul 10.00 WIB dan akan kita update perkembangan selanjutnya,” kata Kalaksa BPBD Iman Suhery.
Sebanyak 9 kecamatan yang terendam banjir luapan Sungai di kabupaten Aceh Tamiang itu, masing masing, kecamatan Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, Bendahara, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Seruway, Rantau dan Kuala Simpang.
Bencana banjir yang terjadi sejak Minggu (11/10/2026) di daerah itu akibat curah hujan dengan inesitas tinggi merendam sebanyak 19 desa dengan ketinggi air bervariasi di sejumlah lokasi antara 30 Cm hingga 1,5 meter.
Banjir terparah terjadi di kecamatan Tamiang hulu dengan ketinggian genangan air mencapai 1,5 meter dan menyusul kecamatan Tenggulun dengan capaian 1 meter.
“Untuk data sementara hingga siang ini belum ada laporan wearga yang mengungsi atau korban terdampak banjir,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, BPBD telah mengerahkan sejumlah personal gabungan untuk melakukan penanganan dan pengendalian di daerah terdampak, monitoring, pendataan dan ovservasi.
Sementara, sejumlah warga korban bencana banjir bandang tahun 2025 yang menempati hunian sementara (Huntara) di Aceh Tamiang masih bertahan di tengah banjir susulan dengan kondisi rumah berlumpur
Di sejumlah desa yang terdampak, kondisi air sudah mulai surut dan sebagian desa lainnya yang berada di daerah aliran Sungai (DAS) ketinggia air masih bertahan mencapai 60 Cm hingga 1 meter.