Selasa, 6 Oktober 2026

Dijanjikan Upah Jutaan, 4 ABK KM Maulana 23 Malah Disiksa hingga Ditelantarkan di Darat

Photo Author
Azhari Z, AenteNews.com
- Senin, 5 Oktober 2026 | 22:01 WIB
Empat ABK KM Maulana 23 diduga mengalami kekerasan dan eksploitasi selama melaut di perairan Laut Arafuru  ((IG/@belitang_info).)
Empat ABK KM Maulana 23 diduga mengalami kekerasan dan eksploitasi selama melaut di perairan Laut Arafuru ((IG/@belitang_info).)

 

(Aentenews) – Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @belitang_info pada Sabtu, (3/10/2026) memperlihatkan, anak buah kapal (ABK) KM Maulana 23 diduga mengalami penyiksaan dan eksploitasi saat bekerja menangkap cumi di perairan Laut Arafuru.

Keempat ABK tersebut yakni bernama Ilhas Syalahudin, Oktavian Magreza, Johan Saputra, dan Syawal Suswono.

Mereka sebelumnya dijanjikan penghasilan hingga Rp10 juta, tetapi hanya menerima uang ratusan ribu rupiah, dan direkrut melalui calo di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, pada akhir Juli 2026.

Direktur Kapal Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP Mochammad Idnillah mengatakan para ABK dijanjikan sistem bagi hasil hingga Rp10 juta.

"Jadi dia dijanjikan itu sistem bagi hasil sekitar Rp 10 juta. Tapi itu juga sering dicurangi, alhasil yang diserahkan uang untuk ABK hanya Rp 500.000 untuk pelayaran empat bulan," kata Idnillah dalam keterangannya kepada awak media Minggu, (4/10/2026).

Selain upah bagi hasil, mereka dijanjikan uang muka Rp5 juta. Namun, saat berangkat, uang yang diterima hanya berkisar Rp100.000 hingga Rp500.000.

Di kapal, para ABK diwajibkan memenuhi target tangkapan minimal dua kilogram cumi per malam.

Sementara itu, Direktur Jenderal PSDKP KKP Pung Nugroho Saksono mengatakan ABK yang tidak mencapai target diduga mengalami kekerasan.

"Jika kurang dari dua kilogram, maka wakil dari nakhoda mukulin ABK. Bahkan nanti kemudian (yang lain) ramai-ramai mukulin. Indikasi korban empat orang, yang mukuli itu satu kapal, semuanya (24 orang)," kata Ipung dalam keterangannya kepada awak media Minggu, (4/10/2026).

Para ABK juga disebut bekerja sekitar 12 jam dan hanya makan dua kali sehari.

Kasus terungkap setelah video penyiksaan viral pada Jumat (2/10/2026). KKP kemudian memburu KM Maulana 23 menggunakan Kapal Pengawas Hiu 14.

Kapal akhirnya diamankan di Pangkalan PSDKP Dobo bersama 28 kru dan sekitar 9 ton cumi.

Empat korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Dobo, sedangkan pihak yang diduga terlibat diserahkan kepada Polres Dobo untuk proses hukum.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Azhari Z

Tags

Terkini

Gempa M 6,1 guncang Sumba Barat Daya, kedalaman 10 Km

Minggu, 4 Oktober 2026 | 10:50 WIB
X