Banjir ini bukan sekadar air.
Ia adalah zikir alam
yang berubah menjadi murka.
Ia adalah tangisan akar
yang tercerabut dari tubuh bumi.
Ia adalah khutbah Tuhan
yang turun bersama lumpur
agar manusia belajar kembali
arti amanah.
Bahwa hutan
bukan sekadar warisan nenek moyang,
melainkan titipan anak cucu
yang belum lahir.
Kini dari udara
kampung itu seperti sajadah robek.
Sungai menjulur panjang
bagai ular lumpur
yang mencari jalan pulang
ke hati manusia
yang telah mengeras.