Rabu, 30 September 2026

Hutan hilang, kampung tenggelam

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Jumat, 15 Mei 2026 | 22:47 WIB



Tetapi manusia modern
datang membawa gergaji,
membawa peta tambang,
membawa pidato pembangunan.





Hutan dipandang
bukan lagi amanah Tuhan,
melainkan angka-angka
yang dapat dipindahkan
ke rekening kekuasaan.





Dan gunung mulai kehilangan doanya.





Di ruang-ruang rapat
mereka menyebut investor
seperti menyebut penyelamat.





Di meja-meja panjang
ditandatangani surat dukungan
oleh rakyat yang lapar—
rakyat yang perlahan diajari
menjual tanah leluhurnya sendiri
demi janji kemakmuran.





Betapa sunyi hati negeri ini.





Manusia tak lagi sujud kepada bumi,
melainkan kepada alat-alat berat
yang menggali perut gunung
siang dan malam.





Padahal tanah yang disakiti
tak pernah lupa
cara mengirim peringatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB

Terpopuler

X