Selain itu, Saiful menilai Pemkab Aceh Tamiang kurang memberikan penjelasan publik, sehingga memicu keresahan dan spekulasi di tengah masyarakat.
Masyarakat mendesak instansi terkait untuk segera melakukan validasi data yang transparan dan memberikan kepastian pencairan DTH.
Warga berharap tidak menjalani ibadah puasa di bawah tenda darurat atau dalam kondisi ekonomi yang tercekik akibat rumah dan tempat usaha yang hancur.//Redaksi//Wirajaya.