Banda Aceh (Aentenews) - Kabut asap telah menyelimuti wilayah Aceh dalam beberapa hari terakhir dan menyebabkan penurunan kualitas udara, khususnya terkait partikel halus PM2,5 yang berpotensi meningkatkan risiko ISPA, iritasi mata, dan gangguan kardiovaskular.
Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau sapaan akrab Mualem, Sabtu, mengimbau seluruh Bupati/Wali Kota dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah mitigasi terhadap dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sepuluh imbauan Mualem itu, pertama mendesak masyarakat menghentikan pembakaran terbuka, baik untuk pembukaan lahan, pembakaran sisa pertanian, maupun sampah yang dapat memperparah kabut asap.
Kedua, utamakan keselamatan pengguna jalan dengan menyalakan lampu kendaraan, mengurangi kecepatan, dan berhenti di tempat aman apabila jarak pandang membahayakan perjalanan.
Ketiga, masyarakat diminta mengurangi aktivitas luar ruangan, terutama saat tingkat polusi udara tinggi, serta lindungi kelompok rentan, meliputi bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta (komorbid).
Ke empat, masyarakat agar menggunakan masker yang sesuai dan mampu menyaring partikel halus PM2,5 apabila harus beraktivitas di luar ruangan.
Kelima, masyarakat diminta untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan dengan menutup jendela, pintu, dan lubang ventilasi saat kepekatan kabut asap meningkat, termasuk di rumah, tempat kerja, sekolah, dan sarana ibadah.
Ke enam, Mualem mengimbau masyarakat Aceh menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi air putih dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Ke tujuh, warga diimbau segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, batuk terus-menerus, nyeri dada, iritasi mata berat, pusing, atau keluhan kesehatan lainnya.
Ke delapan, petugas agar menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan selama 24 jam, termasuk RSUD, Puskesmas, klinik, dan pos kesehatan, untuk mendeteksi serta menangani dampak kabut asap.
Sembilan, pihak terkait agar mengaktifkan kembali desk dan posko penanganan karhutla di setiap kabupaten/kota serta perkuat edukasi masyarakat, rencana kontingensi, dan koordinasi lintas sektor dengan melibatkan TNI/Polri dan pemangku kepentingan terkait.
Ke sepuluh, masyarakat agar mengakses informasi resmi BMKG melalui situs www.bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG untuk memantau perkembangan peringatan karhutla dan kualitas udara.