nasional

Kemendikdasmen bekali guru mitigasi bencana dan psikososial di Aceh dan tiga provinsi lain di Indonesia

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:22 WIB
Sejumlah mengikuti pembekalan pelatihan mitigasi bencana, prosedur keselamatan dan layanan dukungan psikososial. Foro Dok Kemendikdasmen.

 

 

 

Jakarta (Aentenews)  – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membekali guru dan tenaga kependidikan dengan pengetahuan mitigasi bencana, prosedur keselamatan, serta layanan dukungan psikososial pascabencana.

Pembekalan mitigasi bencana itu dilaksanakan di empat provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan melibatkan unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikdasmen.

Upaya ini menjadi bagian dari penguatan budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan, sekaligus memperingati Hari Internasional Pengurangan Risiko Bencana.

Melalui pelatihan tersebut, guru diharapkan tidak hanya memahami potensi bahaya di wilayahnya, tetapi juga mampu menerapkan langkah perlindungan sebelum, saat, dan setelah bencana.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana perlu menjadi bagian dari kompetensi guru. Pengetahuan dan keterampilan tersebut penting untuk melindungi keselamatan murid sekaligus menjaga keberlangsungan pembelajaran ketika keadaan darurat terjadi.

“Guru perlu memiliki kesadaran bahwa risiko bencana dapat terjadi kapan saja dan berdampak pada keselamatan murid serta keberlangsungan pembelajaran. Karena itu, guru perlu memahami langkah mitigasi dan kesiapsiagaan, mampu bertindak dengan tenang dan tepat dalam situasi darurat, serta memberikan pendampingan sesuai kebutuhan murid,” ujar Nunuk, dalam keterangan tertulis dikutip dari laman Infopublik, Senin (19/10/2026).

Menurut dia, pembentukan guru yang sadar bencana merupakan salah satu langkah penting untuk mewujudkan satuan pendidikan yang aman dan tangguh.

Pelatihan yang diberikan Kemendikdasmen mencakup dua materi utama, yaitu Kesiapsiagaan Bencana bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) serta Layanan Dukungan Psikososial Pascabencana bagi PTK.

Materi kesiapsiagaan membekali guru dengan pemahaman mengenai mitigasi risiko, prosedur keselamatan, evakuasi, dan tindakan yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi. Sementara itu, materi dukungan psikososial membantu guru memahami cara mendampingi murid dan rekan kerja yang mengalami tekanan emosional akibat bencana.

Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF) Kemendikdasmen, Saiful Bari, mengatakan guru memiliki peran strategis dalam membangun kesiapsiagaan karena berinteraksi langsung dengan murid setiap hari.

Dalam sosialisasi bertema Guru Tangguh, Sekolah Tangguh: Bersama Membangun Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana, ia menekankan bahwa ketenangan dan ketepatan tindakan guru dapat membantu murid menghadapi situasi darurat dengan lebih baik.

“Guru yang tangguh bukan hanya memahami prosedur keselamatan, tetapi juga mampu bersikap tenang, responsif, dan mengambil tindakan yang tepat ketika bencana terjadi. Kesiapsiagaan perlu dibangun sejak dini dengan melibatkan seluruh warga sekolah serta memperhatikan karakteristik dan kebutuhan setiap murid, termasuk murid yang membutuhkan pendampingan khusus,” ungkap Saiful.

Halaman:

Tags

Terkini

Tercatat 4.082 kasus ISPA pada anak  akibat karhutla

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:55 WIB