nasional

Hutan hilang, kampung tenggelam

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:47 WIB


Puisi L K Ara





Dari langit,
kampung itu tampak seperti tubuh
yang baru selesai disayat zaman.





Sungai turun membawa lumpur,
membawa batang kayu,
membawa suara gunung
yang lama menahan sakitnya.





Sawah-sawah hijau
yang dahulu mengaji kepada hujan,
kini rebah
di bawah arus coklat
yang mengamuk seperti tentara lapar.





Rumah-rumah terbuka dadanya.
Jalan-jalan kehilangan arah.
Dan manusia berdiri
di antara lumpur dan takdir
sambil bertanya:





siapa sebenarnya
yang menebang bencana?





Bukit-bukit itu dahulu hening.
Pohon-pohon berdzikir sepanjang malam.
Akar-akar memegang bumi
seperti tangan para wali
menggenggam tasbih kesabaran.


Halaman:

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB