Kamis, 15 Oktober 2026

BGN resmikan 980 SPPG secara serentak di wilayah 3 T, prevalensi stunting tinggi

Photo Author
Ampelsa Ps, AenteNews.com
- Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:17 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono didampingi sejumlah pejabat dan anggota DPR menggunting pita saat peresmian serentak sebanyak 980 SPPG yang dipusatkan di kabupaten Aceh Besar, Rabu (14/10/2026).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono didampingi sejumlah pejabat dan anggota DPR menggunting pita saat peresmian serentak sebanyak 980 SPPG yang dipusatkan di kabupaten Aceh Besar, Rabu (14/10/2026).

 

 

 

Banda Aceh (Aentenews) - Badan Gizi Nasional meresmikan secara serentak sebanyak 980  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dan wilayah prevalensi stunting tinggi serta  sangat tinggi.

Sebanyak 980 SPPG tersebut berada di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali diaktivasi secara serentak di 16 provinsi, dengan pusat kegiatan di kabupaten Aceh Besar, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari agenda aktivasi SPPG yang telah dilaksanakan pada pekan sebelumnya. Pada tahap sebelumnya, BGN telah mengaktivasi 480 SPPG di wilayah Indonesia bagian timur yang berada di kawasan 3T serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi. 

“Di minggu yang lalu kita telah mengaktivasi 480 dapur di wilayah 3T dan tinggi sekali dilanjutkan kemudian di minggu ini kita lakukan Hal yang sama untuk wilayah Bali, Kalimantan dan Pulau Sumatera totalnya ada 980 SPPG diresmikan secara serentak di 16 Provinsi, pusatnya disini di Aceh Besar di Provinsi Aceh,” ungkap Kepala BGN Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar.

Dari total 980 SPPG yang diaktivasi, sebanyak 691 SPPG berada di wilayah Sumatera, sedangkan 289 SPPG lainnya berada di wilayah Kalimantan dan Bali. Seluruh SPPG tersebut berada di kawasan 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi hingga sangat tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono  juga menegaskan bahwa proses aktivasi SPPG dilaksanakan melalui sistem dan mekanisme resmi yang telah ditetapkan. Ia memastikan bahwa BGN tidak memberikan kewenangan kepada pihak manapun untuk bertindak sebagai perwakilan BGN dalam mengaktivasi SPPG.

“Kami tidak Mengotorisasi siapapun kami tidak memerintahkan siapapun semuanya dilaksanakan by system tidak ada calo, tidak ada orang yang kemudian mengatasnamakan saya, pimpinan BGN atau mengatasnamakan BGN Pusat yang kemudian menjajakan Jasa dan meminta imbalan. Tidak ada!,” tegas Kepala BGN.

 

Badan Gizi Nasional (BGN) meresmikan secara serentak sebanyak 980 SPPG yang dipusatkan di kabupaten Besar, Rabu (14/10/2). Foto dok IST

 

Mas Dar mengungkapkan bahwa BGN telah menerima laporan adanya sejumlah oknum yang mengaku dapat membantu proses aktivasi SPPG dengan meminta sejumlah uang. Praktik tersebut ditegaskan tidak berkaitan dengan mekanisme resmi BGN.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa Ps

Tags

Terkini

UMKM bersiap, Wajib Halal berlaku 18 Oktober 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:11 WIB
X