Setelah kejadian tersebut, kapal mengalami kebocoran pada bagian lambung depan,” jelas Capt. Subuh dalam keterangan resminya yang diterima InfoPublik pada Kamis (8/10/2026).
Kecelakaan tersebut terjadi pada posisi sekitar 06°39'210" LS / 111°57'354" BT.
Informasi kecelakaan kemudian diterima Vessel Traffic Service (VTS) Surabaya dan disiarkan melalui radio maritim Channel 16. Menindaklanjuti laporan tersebut, Syahbandar berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan pertolongan dan evakuasi.
Pada sekitar pukul 22.15 WIB, TB Amazon Harbour dan TB Multi Progres bergerak menuju lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi awak MV Khatulistiwa 8.
“Pada pukul 23.07 WIB, sebanyak 17 orang awak kapal, termasuk Nakhoda, berhasil dievakuasi dan diselamatkan oleh TB Amazon Harbour untuk kemudian dibawa ke Terminal Khusus PT SIG Tuban. Sementara itu, satu orang awak kapal, yaitu Mualim I atas nama Mayan Petter Saba, masih belum ditemukan dan saat ini dalam pencarian,” lanjut Capt. Subuh.
Namun, kondisi MV Khatulistiwa 8 terus memburuk. Sekitar pukul 23.45 WIB, kapal mengalami kemiringan dan akhirnya tenggelam.
Setelah kapal tenggelam, KSOP Kelas III Tanjung Pakis bersama unsur terkait langsung melakukan koordinasi dengan Basarnas Brondong untuk melanjutkan operasi pencarian terhadap satu awak kapal yang masih hilang.
Dalam penanganan awal, Kapal Patroli KNP 485 juga dikerahkan untuk mendukung kegiatan pencarian bersama unsur Basarnas Brondong.