Rabu, 30 September 2026

BPODT luncurkan program GSMS di kawasan Danau Toba

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Jumat, 31 Juli 2026 | 21:19 WIB



Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba, Natalia Silitonga, menyebutkan kolaborasi lintas kementerian ini adalah momentum krusial bagi pengembangan hospitality dan karakter siswa. Ia berharap GSMS 2026 mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, percaya diri, dan memiliki kebanggaan mendalam terhadap identitas budaya Batak.





Sekolah yang mendapatkan program GSMS akan didampingi oleh para seniman profesional yang secara berkala akan menjadi fasilitator pembelajaran sesuai waktu yang sudah ditentukan. Para siswa akan diajak mengikuti proses belajar berbasis praktik nyata yang mengangkat kekayaan seni budaya lokal seperti seni tari, musik, dan vokal.





Kepala SMP Negeri 4 Laguboti, Parlindungan Hutapea, bersama Kepala SMP Swasta Budi Darma Balige, Fr Paulus Leo Leu, menyatakan  bangga atas kepercayaan  kepada sekolah mereka.





Para Kepala Sekolah yang terlibat berkomitmen untuk memaksimalkan kesempatan ini guna mengasah bakat dan karakter peserta didik. Hasil pembelajaran ini akan diwujudkan dalam bentuk karya atau pertunjukan seni yang berpotensi menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan di kawasan Danau Toba.





Sebagai seorang guru kesenian, Hotmarojak Siringoringo dari SMP Negeri 1 Dolok Sanggul menilai Program GSMS memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa karena menghadirkan seniman profesional langsung ke lingkungan sekolah.





"Program GSMS merupakan terobosan yang bermanfaat karena menghadirkan seniman profesional langsung ke sekolah. Kami  bersyukur atas perhatian pemerintah melalui BPODT dalam menghadirkan program ini. Semoga GSMS memberikan dampak positif bagi para siswa dalam melestarikan budaya serta terus berlanjut sehingga mampu melahirkan generasi yang kreatif, berkarakter, dan mencintai warisan budayanya," ujar Hotmarojak.





Apresiasi terhadap pelaksanaan GSMS juga datang dari Charles Malau, seniman asal Kabupaten Samosir. Menurutnya, program ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan para seniman dengan generasi muda untuk memastikan keberlanjutan seni dan budaya daerah.





"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan melalui BPODT yang telah menghadirkan Program GSMS di Kabupaten Samosir. Program ini bukan sekadar menghadirkan kegiatan berkesenian di sekolah, tetapi menjadi upaya nyata dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya melalui generasi muda. Kami para seniman diberi kesempatan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai budaya secara langsung kepada para pelajar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB

Terpopuler

X