Bupati Aceh Tenggara Salim Fakry saat peluncuran kebun induk tanaman kakao.Foto Dok Diskominfo Aceh Tengah,
Aceh Tenggara – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terus memperkuat sektor pertanian melalui pengembangan tanaman kakao sebagai salah satu komoditas unggulan penggerak ekonomi daerah
Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Kebun Induk Kakao oleh pemkab Aceh Tenggara , unsur Forkopimda, Swisscontact, PT Kudeungoe Sugata Indonesia dan para petani sabagai sentra bibit unggul dan sekaligus pusat penangkaran yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao petani.
Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry, saat peluncuran kebun iduk kakao, Senin (20/7/2026) menyatakan optimis daerahnya akan menjadi sentra tanaman kakao, mengingat tanaman tersebut sudah menjadi komoditas unggulan petani sebelumnya yang saat ini perlu pengembangan lebih luas dan penanganan intensif.
Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry mengatakan keberadaan kebun induk menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan kakao yang selama ini menjadi komoditas unggulan daerah.
Menurutnya, kualitas kakao Aceh Tenggara kini semakin mendapat pengakuan. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan biji kakao fermentasi yang diproduksi PT Kudeungoe Sugata Indonesia masuk dalam Top 50 Cacao of Excellence 2025 dan masuk dalam kualitas kakao terbaik dunia.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan mutu dan daya saing kakao daerah. Bupati juga mengapresiasi Swisscontact, PT Kudeungoe Sugata Indonesia, serta para petani yang telah berperan dalam meningkatkan kualitas dan produksi hingga mampu bersaing di pasar internasional.