Rabu, 30 September 2026

Mensos ingatkan Kepala Sekolah Rakyat siap hadapi fase krusial

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Jumat, 3 Juli 2026 | 23:40 WIB
Foto Mensos.
Foto Mensos.



Gus Ipul mendengarkan seluruh potensi kendala tersebut dan akan membahasnya bersama tim Kementerian Sosial agar risiko hambatan tersebut bisa ditangani sebelum MPLS dimulai.





Adapun perencanaan, pengendalian serta monitoring dan evaluasi mencakup tiga aspek kesiapan, yaitu kesiapan sarana dan prasarana, kesiapan siswa dan kesiapan guru serta tenaga pedidik. Agar kesiapan ketiga aspek itu terpenuhi, Gus Ipul juga meminta kepala sekolah sebagai penanggung jawab pertama untuk senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.





Gedung dan bangunan lain tidak boleh hanya sekadar berdiri, seluruh kelengkapan fasilitas bagi siswa mencakup air bersih, listrik dan sebagainya diharapkan sudah siap sebelum MPLS dimulai. Status siswa pun juga sudah harus diputuskan melalui penetapan (pleno) kepala daerah. Setiap tenaga pengajar dan tenaga pendidik juga harus mengikuti jalannya MPLS.





Sekolah Rakyat permanen yang dimulai tanpa Sekolah Rakyat Rintisan terlebih dahulu akan mendapatkan tenaga pengajar dan tenaga pendidik sementara yang disediakan pemerintah daerah, Sekolah Rakyat sekitar dan pendamping sosial sambil menunggu hasil rekrutmen pada awal Agustus 2026.





“Jadi urutan-urutannya itu MPLS, matrikulasi nanti terakhir adalah kegiatan belajar mengajar. Tujuan menyiapkan siswa secara fisik, mental, sosial, spiritual, dan akademik serta menyeluraskan kesenjangan kompetensi dengan kurikulum sekolah rakyat. Ini adalah masa-masa yang krusial. Kita beradaptasi, saling beradaptasi,” jelasnya.





Di akhir pertemuan, ada beberapa pesan yang ditekankan Gus Ipul kepada seluruh peserta yang hadir. Pertama, ia berharap Kepala Sekolah dan Dinas Sosial menaikkan level  dan kelas mental karena saat ini seluruh pihak yang terlibat sedang mengelola aset besar dan program mulia, bukan hanya tugas rutin biasa. 





“Ini gedung sungguh-sungguh luar biasa dan untuk itu kita harus tanggung jawab, harus memperkuat komitmen kita untuk supaya kita imbangi gedung yang dibangun menggunakan uang rakyat dengan fasilitas-fasilitas yang ada di dalamnya, itu kita balas, kita imbani dengan kerja keras, kerja profesional, kerja yang sungguh-sungguh memrepresentasikan harapan Presiden yang sekaligus juga harapan rakyat,” tegasnya.





Gus Ipul menambahkan bagi para siswa dan orang tua mereka, 14 Juli saat MPLS dimulai merupakan hari dibukanya pintu masa depan bagi puluhan ribu anak yang sudah menunggu harapan. Untuk mewujudkannya, Kepala Sekolah dan Dinas Sosial harus berjalan beriringan dan bekerja sama sebagai kesatuan. Ia menegaskan bahwa koordinasi percepatan dan komunikasi kendala harus disampaikan sesegera mungkin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB

Terpopuler

X