Jakarta – Kementerian Sosial mengingatkan Kepala Sekolah Rakyat untuk mempersiapkan segala tahapan menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada 14 – 31 Juli 2026 dan dilanjutkan matrikulasi pada 3 Agustus sampai 30 September 2026 merupakan fase krusial karena semua pihak membutuhkan adaptasi agar siap secara fisik, mental, sosial dan akademik.
“Kepada para kepala sekolah, untuk menyiapkan dengan seksama dan teliti MPLS Sekolah Rakyat, “ kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menggelar pertemuan daring bersama seluruh kepala Sekolah Rakyat dan perwakilan dinas sosial se-Indonesia, Jumat (3/7/2026).
Pesan tersebut disampaikan Gus Ipul sehubungan dengan adanya masa transisi dari Sekolah Rakyat rintisan ke Sekolah Rakyat Permanen. Untuk mengantisipasi berbagai hambatan yang mungkin muncul, Gus Ipul meminta seluruh kepala sekolah mempersiapkan seluruh tahapan.
“Saya ingin Kepala Sekolah benar-benar fokus membuat perencanaan, kemudian sekaligus tentu pengendalian dan monitoring evaluasinya dilakukan. Jadi mulai dari perencanaan implementasi monev-nya itu harus dibuat secara keseluruhan,” pesan Gus Ipul.
Di masa krusial itulah, Gus Ipul meminta agar kepala sekolah bersama seluruh jajarannya menumbuhkan empati kepada para siswa yang berasal dari berbagai latar belakang berbeda dan merangkul mereka.
Menurut Gus Ipul, MPLS sangat penting sebagai fondasi kesetaraan agar bisa mengikuti irama hidup di Sekolah Rakyat, bukan hanya formalitas pembukaan semata. Ia berharap para siswa dapat memulai dari titik yang sama dan mengesampingkan perbedaan latar belakang mereka.
Meski berlangsung cukup singkat, seluruh peserta menyimak dan mengikuti pertemuan daring tersebut dengan saksama. Saat Gus Ipul membuka kesempatan untuk berdialog, baik Kepala Sekolah maupun perwakilan dinas sosial secara aktif mengemukakan kondisi terkini Sekolah Rakyat serta mengungkapkan potensi kendala yang mungkin akan mereka hadapi jelang MPLS.