Namun, jumlah warga terdampak dan pengungsi masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Menurut info Pusdalops, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara telah mengerahkan petugas ke lokasi untuk melakukan pendataan serta membantu pembersihan material bangunan yang rusak.
Sementara, Plh Kalaksa BPBD Aceh Utara, Fauzan, menyatakan, kerusakan huntara akibatb angin kencang sudah dilaprokan kepada pihak Danantara dan BNPB, sebagai pihak terkait dalam pembangunan hunian tersebut.
“Kita sudah laporkan kejadian ini ke pihak Danantara dan BNPB. Mereka sudah menurun tim untuk melakukan pendataan pascakejadian angin kencang dan akan secepatnya dipefrbaiki huntara tersebut,” kata Fauzan.
Terkait penanganan warga korban bencana yang huntaranya rusak dierjang angin kencang, Fauzan mengatakan untuk sementara mereka ditampung di tenda darurat. Tenda darurat yang pernah digunakan pascabencana banjir akhir tahun 2025 lalu, kita fungsikan kembali untuk penampungan sementara bagi warga yang terddampak angin kencang sambil menunggu selesai perbaikan huntara,” ujarnya.
Sebelumnya, peristiwa yang sama juga terjadi di kabupaten Bener Meriah, Aceh. Sebanyak lima unit Hunian Sementara (Huntara) rusak diterjang angin puting beliung di kawasan Dry Port Ketipis, Kampung Kute Kering, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Selasa (24/3/2026).
Angin kencang yang datang secara tiba-tiba sekitar pukul 12.36 WIB itu merusak bagian atap Huntara di blok A6 hingga A10 yang sudah di huni korban bencana. Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Aentenews by Ampelsa.