Pada pekan terakhir Januari, badai musim dingin yang dahsyat melanda sebagian besar wilayah Kanada dan Amerika Serikat, membawa salju, hujan es, dan hujan beku yang meluas, disertai suhu dingin dan es yang mengancam jiwa.
Badai tersebut menimbulkan beberapa korban jiwa, memicu pembatalan penerbangan besar-besaran, serta membuat ratusan ribu rumah tangga tidak mendapat aliran listrik.
Hujan salju yang luar biasa juga melanda Rusia, dengan Semenanjung Kamchatka diguyur salju setinggi lebih dari 2 meter dalam dua pekan pertama Januari, menyusul 3,7 meter pada Desember. Dua bulan tersebut menandai salah satu periode paling bersalju di semenanjung itu sejak tahun 1970-an, menyebabkan ibu kota regional, Petropavlovsk-Kamchatsky, nyaris lumpuh akibat tumpukan salju yang menimbun mobil-mobil dan memblokir akses ke bangunan serta infrastruktur.
Di seluruh Eropa, badai beruntun membawa curah hujan yang tinggi, angin kencang, dan gelombang tinggi, mengganggu perjalanan dan menyebabkan banjir di berbagai negara, mulai dari Irlandia dan Inggris hingga Portugal, Spanyol, serta seluruh wilayah Mediterania.
Di Afrika tenggara, hujan deras selama beberapa pekan membuat sungai-sungai meluap dan membuat waduk-waduk utama kelebihan kapasitas, mengirim air banjir ke daerah-daerah padat penduduk, dengan Mozambik menjadi daerah yang terdampak paling parah. Hujan lebat diperkirakan masih akan berlanjut.
Menyoroti bahwa cuaca ekstrem secara konsisten menempati peringkat teratas dalam Laporan Risiko Global tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF), Saulo mengatakan bahwa "jumlah orang yang terdampak bencana yang berkaitan dengan cuaca dan iklim terus meningkat, dari tahun ke tahun", dengan dampak terhadap manusia terlihat setiap hari sepanjang Januari.
Artikel ini telah tayang di indonesiawindow.com dengan judul "Cuaca ekstrem landa dunia pada Januari, badan global WMO desak penguatan sistem peringatan dini", Klik untuk baca: Cuaca ekstrem landa dunia pada Januari, badan global WMO desak penguatan sistem peringatan dini. //indonesiawindow.com/Aentenews.