Konsultasi ini akan mengkaji berbagai opsi regulasi, termasuk menaikkan batasan usia persetujuan digital (digital age of consent), meningkatkan sistem verifikasi usia, memberlakukan jam malam ponsel untuk membatasi penggunaan berlebihan, dan membatasi fitur-fitur desain yang berpotensi adiktif seperti ‘pengguliran (scrolling) tanpa henti’ dan ‘runtunan (streak)’.
Pemerintah Inggris juga akan menerbitkan panduan screen time berbasis bukti untuk orang tua yang memiliki anak berusia 5-16 tahun, menyusul panduan terpisah untuk orang tua anak balita yang akan diterbitkan pada April, yang bertujuan untuk membantu keluarga mengelola penggunaan perangkat digital oleh anak-anak di rumah. Panduan sekolah yang diperbarui akan lebih memperjelas bahwa siswa tidak boleh mengakses ponsel selama jam pelajaran, waktu istirahat, atau di antara jam pelajaran.
Media Inggris melaporkan bahwa inisiatif tersebut juga mencerminkan meningkatnya tekanan politik untuk tindakan yang lebih tegas terhadap keselamatan anak-anak di dunia maya, dengan para anggota parlemen dari berbagai partai mendukung usulan untuk melarang anak-anak di bawah usia 16 tahun mengakses platform medsos.
Pemerintah Inggris mengatakan bahwa pihaknya akan menanggapi konsultasi tersebut pada musim panas sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak di era digital. //Redaksi.
Artikel ini telah tayang di indonesiawindow.com dengan judul "Peduli kesehatan mental anak, Inggris perketat larangan ponsel di sekolah", Klik untuk baca: Peduli kesehatan mental anak, Inggris perketat larangan ponsel di sekolah