Foto HO Puspen Kemendagri
Banda Aceh (Aentenews)- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera meninjau persawahan di desa Aih Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Minggu (11/1).
Dalam kunjungan ke daerah tersebut, Mendagri Tito Karnavian menyatakan pemerintah mendorong revitalisasi lahan sawah yang terdampak bencana agar kembali produktif dan dalam upaya mendukung ketahanan pangan daerah.
“Kalau sawah yang terdampak bencana alam seperti di provinsi Aceh, penanganan dan pemulihannya nanti masuk dalam program optimalisasi .Jadi direvitalisasi lagi," katanya seperti dikutip Puspen Kemendagri RI.
Dijelaskannya, pemulihan sektor pertanian akan dikoordinasikan dengan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Mentan memiliki konsep pemetaan seluruh sawah terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Konsep ini sejalan dengan program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden.
“Ada dua mekanisme, yang satu optimalisasi lahan, yang kedua cetak sawah. Optimalisasi lahan itu lahan yang sudah ada, sawah yang sudah ada, dioptimalkan. Misalnya diberikan benih, kemudian diberikan pupuk, irigasi, dan lain-lain," tuturnya.
Sementara itu, cetak sawah dilakukan dengan mengonversi lahan baru, misalnya dari hutan menjadi sawah, yang prosesnya membutuhkan waktu lebih lama. Untuk sawah terdampak seperti di Aceh, Mendagri menegaskan akan masuk dalam program optimalisasi lahan.