Menurutnya, banyak kebijakan dan praktik baik Malaysia yang dapat menjadi inspirasi. Ia juga menyampaikan pengalaman pribadinya yang sering berkunjung ke Malaysia sejak tahun 2000-an dan melihat bagaimana pemerintah Malaysia responsif terhadap isu-isu pendidikan.
“Saya ingin kepala sekolah dan guru kita merasakan langsung bagaimana sekolah-sekolah di Malaysia dikelola. Bagaimana supervisi dilakukan, bagaimana hubungan guru dengan kepala sekolah dibangun, dan bagaimana manajemen pendidikan diterapkan secara konsisten,” kata Murthalamuddin.
Ia menilai pengalaman lapangan seperti itu dapat memperluas perspektif pendidik Aceh dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, Murthalamuddin juga menyampaikan keinginan untuk membuka jalur kerja sama bagi siswa SMK, khususnya yang menekuni bidang otomotif, teknik, dan vokasi.
Ia berharap ada peluang magang atau pelatihan di perusahaan-perusahaan Malaysia yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dinas Pendidikan Aceh dan Delegasi Malaysia sepakat melakukan tindak lanjut cepat. Delegasi Malaysia akan diundang pada rapat besar kepala SMA/SMK pada akhir November untuk memberikan paparan khusus melalui sesi tatap muka dan daring. Kepala sekolah dan guru BK akan diikutsertakan agar informasi tersampaikan secara menyeluruh.
Pertemuan ini menjadi langkah awal membuka gerbang kolaborasi Aceh–Malaysia, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh melalui pendidikan yang lebih terbuka, modern, dan berorientasi global.//Redaksi.