Banda Aceh (Aentenews) - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh dan pihak Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Jakarta membahas penguatan kerja sama pendidikan dan pelatihan guru.
Hal itu terungkap saat Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd menerima kunjungan Delegasi Kedutaan Besar Malaysia Jakarta yang dipimpin Dr. Hasnul Faizal bin Hushin Amri, Menteri Kedutaan (Pendidikan), bersama Encik Abdul Aziz Abdullah, Atase Pendidikan.
Pertemuan berlangsung di Ruang Kepala Dinas Pendidikan Aceh dalam suasana akrab dan penuh diskusi strategis mengenai peluang kolaborasi pendidikan antara Aceh dengan Malaysia.
Dalam pertemuan tersebut, Delegasi Kedutaan Malaysia memaparkan berbagai program yang dapat diakses oleh guru, siswa, hingga kepala sekolah di Aceh. Mulai dari special certificate di bidang vokasi dan teknis, pelatihan guru di universitas pendidikan ternama seperti UPSI, hingga staff attachment bagi kepala sekolah untuk mempelajari manajemen pendidikan di Malaysia selama satu hingga tiga minggu.
Encik Abdul Aziz menjelaskan bahwa Malaysia saat ini mengembangkan konsep edu-tourism, di mana sekolah dan universitas tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tujuan kunjungan pendidikan internasional.
“Banyak sekolah teknik, sekolah sukan (olahraga), hingga sekolah model yang siap menerima delegasi Aceh. Kami ingin membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya,” ujarnya.
Murthalamuddin menyambut baik tawaran ini dan menekankan bahwa Aceh memiliki kebutuhan besar untuk memperkaya pengalaman internasional para pendidik.