Banda Aceh (Aentenews) - Meski cuaca pagi itu berawan gelap, sejumlah nelayan tradisional tetap mulai mempersiapkan alat tangkap ikan pukat pantai atau pukat darat di kawasan pesisir desa Kampung Jawa,kota Banda Aceh.
Berselang beberapa menit kemudian, awan hitam yang menyelimuti langit di perarian itu berubah menjadi hujan disertai angin tidak begitu kencang yang berlangsung hanya sekitar 30 menit. Cuaca pun kembali cerah dan perlahan suasana perarian tenang nyaris tak berombak.
Sepertinya para nelayan di pesisir itu sudah memahami kondisi cuaca di perairan Kampung Jawa dan sekitarnya. Sekitar 12 nelayan pesisir bergerak menuju perahu kecil yang sejak awal sudah dipersiapkan berada di pantai tersebut untuk segera berangkat melaut menebar alat tangkap pukat darat.
Perahu kecil berukuran sekitar lima meter yang sudah dilengkap alat tangkap pukat dan mesin tempel mulai didorong ke laut. Seorang nelayan yang dikenal sebagai Pawang langsung mengambil alih kemudi sambil menghidupkan mesin tempel merentangkan pukat darat dengan pola membentuk lingkaran di perarian pantai tersebut, sementara beberapa nelayan lainnya tetap berada di daratan untuk menarik tali pukat.
Seusai Pawang merentangkan pukat, belasan nelayan mulai menarik tali pukat dari daratan dengan irama yang seragam. Di sisi kiri terdapat enam nelayan dan begitu juga disisi kanannya dengan jumlah yang sama secara bersamaan dan perlahan menarik tali pukat.
Sementara perahu nelayan tetap berada di laut mengawal jalannya proses tarik pukat sambil sekali sekali memberikan aba aba kepada nelayan yang berada di pantai. Pukat pantai atau pukat darat, merupakan ala tangkap yang ditarik dari daratan setelah dilabuhkan di laut pesisir.
“ Ini pukat darat dan disebut juga pukat pantai yang hingga saat ini masih tetap dilestarikan di tengah kemajuan tehnologi perikanan yang serba modern,” kata Pawang Surya, seorang nelayan yang dituakan dan memahami dibidang penangkapan ikan.
Keberadaan tarek pukat juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir Aceh. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan terus dijaga meskipun teknologi penangkapan ikan modern semakin berkembang.