Rabu, 7 Oktober 2026

Sistem Irigasi Krueng Baru Dipulihkan, 340 Hektare Sawah Ditargetkan Kembali Produktif

Photo Author
Ampelsa Ps, AenteNews.com
- Selasa, 6 Oktober 2026 | 21:51 WIB
Pekerja  mempercepat penyelesaian jaringan irigasi  untuk  pengairan lahan pertanian di kabupaten Aceh Selatan,  Minggu( 4/10/2026). Dok Satgas PRR
Pekerja mempercepat penyelesaian jaringan irigasi untuk pengairan lahan pertanian di kabupaten Aceh Selatan, Minggu( 4/10/2026). Dok Satgas PRR

 

 

 

Aceh Selatan (Aentenews) - Proyek yang dibiayai melalui anggaran tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp1,6 miliar diperuntukan untuk pemulihan sistem irigasi pertanian agar lahan sawah kembali produktif dan ekonomi masyarakat segera meningkat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Selatan Skar Fharaby menjelaskan, pemulihan sistem jaringan irigasi tersebut ditargetkan mampu mengairi 340 hektare sawah di tiga desa dalam wilayah  Kecamatan Labuhan Haji Barat.

Pembangunan infrastruktur tersebut ditargetkan rampung pada November 2026. Hingga saat ini, progres fisik pekerjaan telah mencapai sekitar 38 persen dengan realisasi keuangan sebesar 30 persen.

"Target pekerjaan kita selesai di bulan November. Kontrak kita dimulai dari bulan Mei tahun 2026," lanjutnya.

Untuk memenuhi target tersebut, Dinas PUPR Aceh Selatan menyiapkan sejumlah skenario percepatan, antara lain penambahan alat berat dan pemberlakuan jam kerja ekstra agar progres fisik dan penyerapan anggaran dapat meningkat.

Langkah percepatan ini diharapkan dapat mengembalikan produktivitas lahan pertanian warga, dengan potensi panen mencapai 7 hingga 8 ton per hektare.

"Tujuannya agar panen padi dapat terwujud tiga sampai empat kali panen dalam setahun," kata Skar saat meninjau lokasi pembangunan bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Renovasi (PRR) Pascabencana Sumatera di Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan, Minggu (4/10/2026).

Skar menambahkan, bencana hidrometeorologi pada November 2025 sempat memicu luapan banjir yang memperlebar arus Sungai Krueng Baru. Kondisi tersebut mengganggu saluran irigasi pertanian dan membuat frekuensi masa tanam petani menurun dari lima kali menjadi hanya dua kali dalam setahun.

Wakil Kepala Perencanaan dan Pengendalian Analisis dan Evaluasi Satgas PRR Imran mengapresiasi upaya tersebut. Menurutnya, percepatan realisasi tambahan anggaran TKD oleh Dinas PUPR sangat krusial untuk mendukung keberlangsungan sektor pertanian di daerah.

"Saya melihat upaya luar biasa sudah dilakukan oleh Dinas PU. Diharapkan dengan selesainya kegiatan ini, debit air yang masuk ke saluran irigasi yang mengairi sawah sekitar 340 hektar itu bisa terpenuhi. Tentunya ini sangat krusial untuk ketahanan pangan yang ada di wilayah Kabupaten Aceh Selatan," kata Imran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ampelsa Ps

Tags

Terkini

Laba membaik, Saham GOTO justru terperosok 44%  

Jumat, 2 Oktober 2026 | 10:33 WIB
X