Kamis, 8 Oktober 2026

Peletakan batu pertama pembangunan Huntap korban bencana, targetkan tiga bulan tuntas

Photo Author
Ampelsa Ps, AenteNews.com
- Rabu, 7 Oktober 2026 | 11:43 WIB
Bupati Bener Meriah, (kanan)  Tagore Abubakar bersama pejabat lainnya meletakkan batu pertama pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Selasa (06-10-2026). Foto Dok pemkab Bener Meriah.
Bupati Bener Meriah, (kanan) Tagore Abubakar bersama pejabat lainnya meletakkan batu pertama pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Selasa (06-10-2026). Foto Dok pemkab Bener Meriah.

 

 

Bener Meriah (Aentenews) - Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar meletakkan batu pertama pembangunan Hunian Tetap (Huntap) untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang ditarget rampung dalam tiga bulan ke depan di Desa Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam ,Selasa (06-10-2026)

Bupati Tagore mengatakan sebanyak 64 unit rumah Huntap tersebut berasal dari APBN melalui Kementerian Perumahan, sementara lahannya disediakan pemerintah Kabupaten Bener Meriah seluas 1,4 hektare.

Adapun huntap yang akan dibangun tipe 36 plus dan di lokasi tersebut nantinya juga dilengkapi dengan sarana olahraga. Sebagian besar warga terdampak bencana diberdayakan sebagai tenaga kerja dalam proses pembangunan hunian tetap agar mereka terbantu dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

 “Pemerintah Daerah Bener Meriah berkewajiban memberikan tanah untuk membangun hunian tetap bagi para korban bencana hidrometeorologi. Para korban ini sebagian besar bekerja sebagai buruh serabutan atau dalam bahasa Gayo disebut mangan ongkosen. Saat bencana terjadi, rumah dan tanah mereka habis terdampak bencana,” ujar Tagore.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati meminta pihak rekanan dapat menyelesaikan pembangunan Huntap dalam waktu tiga bulan ke depan. Ia menilai, lokasi pembangunan relatif mudah dijangkau dan kebutuhan material juga tidak sulit diperoleh. 

Bupati Tagore juga mendorong agar kawasan Huntap nantinya tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi dapat dikembangkan sebagai kawasan yang mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.

Ia mengusulkan adanya tempat usaha, seperti kawasan kuliner, yang dapat dimanfaatkan oleh para penghuni Huntap untuk menambah pendapatan keluarga. “Lokasi Huntap ini berada di jalan nasional. Tentunya banyak pengguna jalan yang akan melewati kawasan ini. Dengan adanya tempat kuliner, para pengguna jalan dapat mampir untuk menikmati kuliner yang disediakan. Dengan begitu, penghuni Huntap dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah ekonomi keluarga,” katanya.

Selain pembangunan Huntap di Wih Pesam, Bupati Tagore juga meminta pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan Huntap di sejumlah lokasi lain di Kabupaten Bener Meriah. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap masyarakat Bener Meriah yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Menurutnya, Bener Meriah merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah akibat bencana tersebut sehingga percepatan pembangunan hunian tetap sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan secara layak. “Kita berharap pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dapat menyegerakan pembangunan Huntap-Huntap lainnya di wilayah Bener Meriah,” ujarnya.

Selain dukungan pemerintah pusat, Tagore juga mengharapkan peran para donatur dan lembaga kemanusiaan untuk turut membantu percepatan pemulihan masyarakat terdampak bencana. “Kita juga berharap kepada donatur seperti Buddha Suci hadir di Bener Meriah, supaya bisa mempercepat masyarakat terdampak keluar dari kesulitan ini,” harapnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ampelsa Ps

Tags

Terkini

Laba membaik, Saham GOTO justru terperosok 44%  

Jumat, 2 Oktober 2026 | 10:33 WIB
X