Rabu, 30 September 2026

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB



“Permasalahannya mungkin salah satunya titik koordinat yang dikirimkan oleh petani atau penyuluh tidak sesuai. Ketika kita mengambil geotagging, titiknya bergeser. Kemudian ada juga kendala alat transportasi penyuluh yang tidak dapat menjangkau lahan petani karena banyak jalan kebun yang rusak pascabencana,” jelasnya.





Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Riswandika Putra, berharap berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan program hilirisasi perkebunan dapat diselesaikan melalui rapat tersebut. Dengan demikian, penyaluran bibit kopi kepada petani dapat segera dilakukan. 





“Saya berharap semua kendala dapat kita carikan solusinya, sehingga penyalurannya bisa segera kita lakukan, “ demikian Riswandika.





Aentenews by Ampelsa.






Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB

Deklarasi damai menggema di Bener Meriah

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Kelahiran bayi pada HUT ke-81 RI di Bener Meriah

Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:03 WIB
X