Rabu, 30 September 2026

Diduga keracunan MBG, sejumlah siswa dirawat di Puskesmas Bener Meriah

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Rabu, 2 September 2026 | 23:35 WIB
Sejumlah siswa bersiap menyantap  Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada hari pertama pascalebaran Idul Fitri di SDN 20 Banda Aceh, Selasa (31/3/2026).  Pascalibur Idul Fitri pemerintah fokus pada peningkatan kualitas MBG dan selain melakukan efisiensi anggaran dengan memangkas jumlah hari operasional  menjadi lima hari dari sebelumnya enam hari dalam sepekan. Aentenews Foto/Ampelsa.
Sejumlah siswa bersiap menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada hari pertama pascalebaran Idul Fitri di SDN 20 Banda Aceh, Selasa (31/3/2026). Pascalibur Idul Fitri pemerintah fokus pada peningkatan kualitas MBG dan selain melakukan efisiensi anggaran dengan memangkas jumlah hari operasional menjadi lima hari dari sebelumnya enam hari dalam sepekan. Aentenews Foto/Ampelsa.


Foto Ilustras. Makanan Bergizi Gratis. Foto Aentenews/Ampelsa.





Bener Meriah  ( Aentenews) -  Belasan siswa Sekolah Dasar Negeri Timang Gajah, kabupaten Bener Meriah  dilaporkan mendapatkan penanganan medis di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lampahan, diduga keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9).





Belasan siswa terpaksa  dilarikan ke Puskesmas Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah karena mengalami keluhan sakit perut, mual, gatal gatal dan muntah setelah beberapa saat mengkonsumsi MBG.





Kondisi di puskesmas sempat mendadak panik karena ramainya orangtua murid yang datang dan selain guru juga turut mendapingi siswa saat mendapat penanganan medis.





Hingga kini pihak Puskesmas  tersebut belum dapat memastikan penyebab siswa mengalami gangguan kesehatan seusai menyantap MBG.





Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah, Riswandika Putra yang dikonfirmasi Aentenews dari Banda Aceh, Rabu (2/9). mengatakan kondisi terkini pasca kejadian dugaan keracunan, sebagian siswa sudah diperbolehkan pulang dan sebagian lainnya masih dirawat di Puskesmas. 





“Laporan  tertakhir yang saya peroleh dari petugas kesehatan, dari total 16 siswa yang dirawat, sebanyak enam orang sudah diperbolehkan pulang dan 10 siswa lainnya masih menjalan perawatan di Puskesmas Lampahan,” katanya Riswandhika.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB

Deklarasi damai menggema di Bener Meriah

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Kelahiran bayi pada HUT ke-81 RI di Bener Meriah

Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:03 WIB
X