Bagi BIG, pemetaan pascabencana bukan sekadar upaya mendokumentasikan dampak banjir. Data yang dihasilkan harus dapat digunakan untuk memahami perubahan wilayah dan menjadi dasar pengambilan keputusan pada tahap berikutnya.
Informasi mengenai pola genangan, kedalaman banjir, topografi, jaringan sungai, perubahan morfologi dan penggunaan lahan, serta lokasi infrastruktur dan permukiman terdampak dapat menjadi baseline untuk mengevaluasi kembali risiko banjir dan merancang langkah mitigasi yang lebih tepat.
Melalui penyediaan data geospasial yang terstandar dan terintegrasi, BIG mendorong agar rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir Sumatera tidak berhenti pada upaya mengembalikan kondisi wilayah seperti sebelum bencana. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi kesempatan untuk membangun kembali wilayah yang aman, tangguh, dan siap menghadapi risiko banjir di masa mendatang.
Aentenews/ Redaksi