Dalam empat tahun terakhir, Mujiburrahman mengatakan ITF telah membantu biaya UKT dan beasiswa bagi lebih dari 2.000 mahasiswa. Total dana yang disalurkan hampir Rp5 miliar.
Dana itu berasal dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf uang yang dihimpun dari sivitas akademika UIN Ar-Raniry dan masyarakat.
Mujiburrahman mengatakan zakat dan wakaf memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar instrumen ibadah dan amal.
Keduanya, kata dia, dapat digunakan untuk membantu pengentasan kemiskinan, memperluas akses pendidikan, memberdayakan ekonomi, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
"Zakat dan wakaf bukan lagi sekadar instrumen ibadah ritual individu. Di era modern ini, keduanya telah bertransformasi menjadi pilar strategis ekonomi umat," ujarnya.
Namun, pengelolaan zakat dan wakaf masih menghadapi persoalan tata kelola, regulasi, literasi masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital.
Dekan FEBI UIN Ar-Raniry, Prof Dr Azharsyah Ibrahim mengatakan zakat dan wakaf perlu bergeser dari orientasi amal menuju pemberdayaan.
"The ultimate goal is not simply to distribute resources, but also to empower people and create sustainable opportunities," kata Azharsyah.