Kesepahaman itu juga mencakup pengakuan pemindahan kredit bagi lulusan diploma KUIJSI yang melanjutkan pendidikan sarjana di UIN Ar-Raniry.
AISZAWA 2026 menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Di antaranya Prof Dr Abdul Ghafar Ismail dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Dr Nik Mohd Nik Yusuf dari Forum Ekonomi Manusiawi Malaysia, Prof Shahrul Ifwat dari Universiti Sultan Zainal Abidin, serta Dr Alizaman D Gamon dari Imam Council of the Philippines.
Dari Aceh, forum menghadirkan Fahmi M. Nasir dari Baitul Mal Aceh. Kegiatan turut dihadiri Kepala Baitul Mal Aceh Tgk. Muhammad Yunus.
AISZAWA 2026 berlangsung pada 17–18 September 2026. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan call for paper dalam tiga sesi paralel di lingkungan FEBI UIN Ar-Raniry.
Forum ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga gagasan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan zakat dan wakaf untuk memperkuat keuangan sosial Islam dan pembangunan yang inklusif. //Redaksi.