Rabu, 30 September 2026

Rektor: Zakat dan wakaf harus berdampak pada masyarakat

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Kamis, 17 September 2026 | 21:56 WIB



Kesepahaman itu juga mencakup pengakuan pemindahan kredit bagi lulusan diploma KUIJSI yang melanjutkan pendidikan sarjana di UIN Ar-Raniry.





AISZAWA 2026 menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Di antaranya Prof Dr Abdul Ghafar Ismail dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Dr Nik Mohd Nik Yusuf dari Forum Ekonomi Manusiawi Malaysia, Prof Shahrul Ifwat dari Universiti Sultan Zainal Abidin, serta Dr Alizaman D Gamon dari Imam Council of the Philippines.





Dari Aceh, forum menghadirkan Fahmi M. Nasir dari Baitul Mal Aceh. Kegiatan turut dihadiri Kepala Baitul Mal Aceh Tgk. Muhammad Yunus.





AISZAWA 2026 berlangsung pada 17–18 September 2026. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan call for paper dalam tiga sesi paralel di lingkungan FEBI UIN Ar-Raniry.





Forum ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga gagasan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan zakat dan wakaf untuk memperkuat keuangan sosial Islam dan pembangunan yang inklusif. //Redaksi.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB
X