Oleh karena itu, pendayagunaan sumberdaya air juga perlu diorientasi. Waduk, embung, dan tampungan air selama ini lebih diposisikan sebagai penyedia air baku dan irigasi.
Sehingga dalam kondisi iklim yang semakin ekstrem, infrastruktur tersebut harus dioperasikan secara adaptif sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir.
Karena itu disarankan agar pengelolaan sungai pun perlu mengadopsi prinsip ekohidraulik, sehingga fungsi teknis dan fungsi ekologis berjalan seimbang dan sungai memiliki kapasitas alami untuk merespons debit tinggi ketika Aceh menghadapi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi, seperti yang terjadi pada akhir Nomber 2025 lalu.//Redaksi.