aceh

Kampus bukan sekedar pabrik ijazah, ini maksud guru besar UIN

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:31 WIB


Foto Humas UIN Ar-Raniry





Kutacane (Aentenews) — Ketua Program Studi S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr H Syamsul Rijal BA MAg menegaskan bahwa kampus tidak boleh dipahami semata sebagai tempat mencetak ijazah.





Pendidikan, menurut dia, harus melahirkan tanggung jawab sosial, integritas intelektual, serta keberanian lulusan untuk menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.





Pesan tersebut disampaikan Syamsul Rijal dalam orasi ilmiah pada Wisuda Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Usman Safri Kutacane, Aceh Tenggara, Sabtu (17/1).





Di hadapan sivitas akademika, orang tua wisudawan, serta para tamu undangan, ia menekankan bahwa esensi pendidikan tidak berhenti pada capaian akademik formal semata.





Syamsul Rijal yang juga putra asli Aceh Tenggara, menyebut pendidikan sejatinya adalah proses panjang pembentukan karakter, cara berpikir kritis, serta integritas moral dan intelektual. Ia menilai lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus peka terhadap persoalan sosial di sekitarnya.





“Pendidikan harus membekali manusia dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Dari situlah lahir prestasi pribadi sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Syamsul Rijal.


Halaman:

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB