Banda Aceh (Aentenews) - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh menggandeng Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (FT USK) melakukan audit serta evaluasi kondisi teknis jembatan dan jalan sebagai langkah penentuan pemeliharaan.
Dikuti dari Website Universitas Syiah Kuala, Selasa (28/7/2026), program ini merupakan bagian dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Reguler APBA Tahun 2026 difokuskan pada survei kondisi dan mitigasi risiko kelayakan struktur jembatan yang . pelaksanaannya di bawah supervisi Penjabat Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, Sekretaris Daerah Aceh, serta Rektor USK sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola infrastruktur yang transparan dan akuntabel.
Kepala Dinas PUPR Aceh, Mawardi, ST mengatakan bahwa survei komprehensif tersebut menjadi instrumen penting dalam menghasilkan rekomendasi teknis yang akurat sekaligus menyusun strategi mitigasi risiko terhadap infrastruktur.
“Hasil evaluasi lapangan akan menjadi acuan utama pemerintah dalam menentukan bentuk penanganan yang tepat sehingga umur layanan operasional jembatan dapat dipertahankan sesuai dengan perencanaan awal,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Aceh dalam memastikan kualitas, keamanan, dan keberlanjutan infrastruktur transportasi. Hasil audit diharapkan menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis dalam menentukan langkah pemeliharaan maupun penanganan infrastruktur secara tepat dan
Ia menjelaskan bahwa audit tidak hanya difokuskan pada Jembatan Cot Iri, tetapi akan dilaksanakan secara bertahap terhadap seluruh jembatan di Provinsi Aceh.
Dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran, pelaksanaan kegiatan dilakukan berdasarkan skala prioritas pada infrastruktur yang memiliki tingkat kepentingan tinggi terhadap mobilitas masyarakat.