“Hampir seluruh petani yang jumlahnya sekitar 100 orang di desa Lhoong mengembangkan tanaman nilam secara mandiri dengan modal usaha terbatas,” katanya.
Menurutnya, rata rata petani nilam di daerah itu hanya memiliki lahan 0,5 hektare. Tidak ada petani yang memiliki lahan luas mencapai 1 hektare, karena keterbatasan modal usaha. Dengan luas lahan 0,5 hektare tanaman nilam, menghasilkan minyak atsiri sekitar 2,8 kilogram dengan masa panen enam bulan lebih.
Hal senada juga disampaikan, Nurdin petani nilam di daerah itu bahwa tanaman nilam memiliki peluang besar dan dibutuhkan modal besar untuk meningkatkan luas tanam dan volume produksi.
“ Kesannya selama ini, pemerintah itu bangga komoditas nilam petani berhasil menembus pasar ekspor. Tapi,rasa bangga itu tidak diimplementasikan untuk membantu peningkatan usaha petani nilam ,”katanya .
Berdasarkan data resmi dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dan BPS, luas tanaman nilam (perkebunan rakyat) di Provinsi Aceh tercatat berkisar antara 1.212 hingga 2.041 hektare
Aentenews by Ampelsa.