Rabu, 30 September 2026

Kenaikan dolar AS dongkrak harga minyak nilam di Aceh

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Kamis, 11 Juni 2026 | 14:15 WIB
Foto Ilustrasi .Petugas Lab memindahkan minyak atsiri dari tanaman nilam (Pogostemon cablin) hasil produksi petani untuk pengujian standar mutu  di Banda Aceh, Aceh, Jumat (4/8/2023). Aentenews Foto/ Ampelsa.
Foto Ilustrasi .Petugas Lab memindahkan minyak atsiri dari tanaman nilam (Pogostemon cablin) hasil produksi petani untuk pengujian standar mutu di Banda Aceh, Aceh, Jumat (4/8/2023). Aentenews Foto/ Ampelsa.


Banda Aceh  (Aentenews) - Kenaikan nilai dolar Amerika Serikat  memberikan dampak positif terhadap harga minyak nilam petani  di Aceh  yang ditandai dengan terdongkraknya penjualan komoditas minyak atsiri tanaman nilam (pogostemon cablin) dari Rp750.000 menjadi Rp.950.000 per kilogram.





Para petani nilam di kecamatan Lhoong, kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh mengakui sejak beberapa hari terakhir komoditas minyak atsiri nilam menguat. Namun, kenaikan itu belum menyamai rekor tertinggi harga sebelumnya mencapai Rp 1 juta hingga 1,2 per kilogram.





“Sejak dua hari terakhir harga penjualan minyak nilam menguat setelah  sebelumnya sempat anjlok  akibat permintaan sepi,” kata Amiruddin, petani nilam di kecamatan Lhoong kabupaten Aceh Besar, Kamis (11/6/2026).





Tanaman nilam yang menghasilkan minyak atsiri  dalam dunia perdagangan internasonal juga dikenal  dengan nama “pattchouli oil”  yang dikembangkan petani petani tradisional di daerah itu, sudah memiliki pangsa pasar ekspor  dan salah satunya negara konsumen tetap Perancis.





Kenaikan harga minya atsiri dari tanaman nilam itu juga dirasakan manfaatnya oleh , Nurdin, petani nilam di kecamatan Lhoong , kabupaten Aceh Besar.  “Harga minyak nilam saat ini lumayan membaik dari harga sebelumnya, karena komoditas ekspor minyak atsiri terdampak positif terhadap menguat nilai dolar Amerika Serikat.





Terkait usaha tanaman nilam di daerah itu, menurut petani  di daerah itu prospeknya  secara ekonomi menjanjikan karena pangsa pasarnya sudah berhasil menembus luar negeri. Minnyak nilam olahan petani itu ditampung oleh salah satu pengusaha dan kemudian baru di ekspor ke Perancis. 





Amiruddin mengatakan, meskipun peluang pasar minyak atsiri terbuka untuk pasar luar negeri dan kualitasnya sudah diakui pasar, namun belum didukung dengan upaya peningkatan produksi dan pengemngan lahan .


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB

Terpopuler

X