Banda Aceh (Aentenews) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto memimpin puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKB) yang di pusat di Kota Banda Aceh, Aceh, Minggu (26 April 2026).
Peringatan HKB dan terhubung secara virtual dengan sejumlah provinsi di Indonesia itu ditandai dengan peresmian peralatan peringatan dini, Early Warning System (EWS) yang di tempatkan di lima titik dalam wilayah kota Banda Aceh.
“Pada hari ini, kita meresmikan system peringatan dini EWS di lima titik dari sebelumnya yang diajukan tujuh titik di Kota Banda Aceh,” kata Aceh kata Kepala BNPB Suharyanto.
Peresmian lima EWS di lima titik ditandai dengan penekanan tombol sirine yang berbunyi selama 30 detik oleh Kepala BNPB Surhayanto bersama Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal dan turut dihadiri beberapa pejabat dan tamu undangan pada puncak peringatan HKB.
Bersamaan dengan pembunyian sirine EWS tepat pukul 10.00 WIB di beberapa lokasi yang sudah ditentukan panitia , juga digelar simulasi bencana banjir yang melibatkan masyarakat sebagai edukasi atau pembelajaran dalam peningkatan kesiapsiagaan bencana.
Kepala BNPB meminta agar EWS lima titik dirawat dan tetap berfungsi. Menjaganya lebih penting EWS di Banda Aceh ini hampir sama denga EWS di kota Bekasi. Ia mencotohkan EWS di Bekasi berfungsi saat terjadi banjir, sehingga warganya cepat mengungsi ke tempat yang aman dan tidak terdampak banjir.
Terkait hari kesiapsiagaan bencana, Kepala BNPB Surhayanto menyampaikan tiga hal yang haru dilakukan, peringatan dini harus ditindaklanjut dengan aksi lebih cepat, kpersiapan yang matang dilapangan dan terakhir keselamatan asyarakat tergantung seberapa siap dari kita untuk bertindak.