Banda Aceh (Aentenews) - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menegaskan komitmennya untuk mendorong provinsi Aceh sebagai salah satu basis pertumbuhan industri mebel dan kerajinan nasional di luar Pulau Jawa.
“Aceh memiliki potensi besar yang selama ini belum dimaksimalkan secara optimal,” kata Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur,” seusai pembentukan pengurus baru terpilihnya, Kliwon Sutiman sebagai Ketua DPD HIMKI Aceh Raya, masa bakti 2026-2029.
“Ketua HIMKI Abdul Sobur menyatakan, Aceh memiliki kekuatan bahan baku, budaya, dan sumber daya manusia. Jika dikelola dengan tata kelola yang baik dan terhubung dengan pasar, Aceh bisa menjadi pusat industri mebel dan kerajinan yang membanggakan Indonesia,” ujarnya.
Industri ini bukan sekadar aktivitas produksi, tetapi merupakan penggerak ekonomi rakyat, menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, sekaligus menjaga identitas budaya daerah.
HIMKI melihat bahwa kekuatan Aceh terletak pada kombinasi antara sumber daya alam, keterampilan, dan nilai estetika. Untuk itu, langkah ke depan harus difokuskan pada penguatan desain, peningkatan kualitas produksi, dan pembukaan akses pasar, termasuk melalui platform ekspor dan jejaring global.
Lebih lanjut, HIMKI melihat bahwa penguatan industri di Aceh tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja luas serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Ia berharap, kepemimpinan baru di DPD HIMKI Aceh Raya diharapkan mampu, membangun konsolidasi pelaku industri di tingkat kabupaten/kota, menghubungkan UMKM dengan pasar nasional dan ekspor, mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah serta mengangkat identitas produk Aceh berbasis budaya lokal.