Setiap dapur SPPG diwajibkan menyerap bahan baku dari petani, peternak, dan UMKM lokal untuk menjaga kestabilan pasokan. Tentu saja kalau saat ini misalnya terjadi dampak bencana, warga dan masyarakat ekonominya menurunnya, daya belinya juga rendah. “Dalam kondisi seperti ini Badan Gizi Nasional siap mendamping pelaku usaha,” tambahnya.
Program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi anak, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan ekonomi rakyat secara berkelanjutan.
Program pendampingan tersebut dirancang memulihkan perekonomian masyarakat di daerah terdampak bencana, terutama pelaku UMKM sebagai mitra pemasok barang kebutuhan untuk MBG.
Dijelaskannya, bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan bergizi, tetapi juga berperan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan para pelaku usaha kecil dan menengah di daerah terdampak bencana.
Tengku Syahdana menegaskan pentingnya dukungan dan partisipasi dari masyarakat agar Program MBG dapat berjalan optimal dan mencapai hasil yang diharapkan secara menyeluruh. Masyarakat tak perlu khawatir, selain memperbaiki status gizi, MBG turut memberikan dampak positif pada perekonomian daerah melalui keterlibatan berbagai pihak, termasuk pelaku UMKM dan mitra pendukung lainnya.
Aentenews by Ampelsa.