Banda Aceh (Aentenews) - Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana, menyatakan komitmen membantu pemulihan ekonomi UMKM, koperasi, dan BUMDes di daerah terdampak bencana sebagai mitra pemasok (supplier) utama kebutuhan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kita mendorong pemulihan ekonomi pelaku usaha kecil dan menengah di daerah terdampak bencana Sumatera, termasuk Aceh,” kata Tengku Syahdana usai mengikuti Agenda Rapat Koordinasi Dalam Rangka Pemberdayaan UMKM, Koperasi dan Bumdes untuk mendukung Program MBG pascabencana di Banda Aceh.
Dijelaskannya, tiga daerah yang terdampak bencana menjadi prioritas, yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumbar, dalam program sinergi ekonomi kerakyatan mendukung program makan bergizi gratis.
Langkah ini bertujuan memperkuat ekonomi lokal, memulihkan UMKM, dan memastikan rantai pasok dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) berjalan sehat.
Pendampingan untuk mereka agar semangat berusaha kembali pulih dan memasarkan produk-produknya lagi, misalnya dalam usaha produksi tahu, tempe, telur dagaing ayam dan sebagainya yang siap menjadi supplier nya SPPG.
Jadi setiap SPPG itu paling tidak minima ada 15 supplier. UMKM, Koperasi dan Bumdes dapat menjadi bagian ekosistem rantai pasok kebutuhan MBG. “Target kita tentu saja yang mereka itu aksis dalam usaha UMKM.
“ Usaha mereka agak turun dari sisi produksi dan sebagainya karena terdampak bencana, maka kita bantu dampingi agar ekonominya kembali pulih,” jelasnya.