Kamis, 1 Oktober 2026

NTP Aceh turun 0,88 persen, terjadi pada tanaman pangan dan holtikultura

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Minggu, 5 April 2026 | 15:56 WIB
Petani menanam padi saat memasuki  awal musim tanam di desa Indra Puri, kabupaten Aceh Besar.
Petani menanam padi saat memasuki awal musim tanam di desa Indra Puri, kabupaten Aceh Besar.



Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada beberapa daerah di Provinsi Aceh pada Maret 2026, dihasilkan NTP sebesar 124,10 atau mengalami peningkatan sebesar 0,88 persen dibandingkan Februari 2026. 





Pada Maret 2026, Nilai Tukar Petani untuk Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 104,07 atau mengalami penurunan indeks sebesar 1,74 persen dibanding bulan sebelumnya. Hal ini akibat dari penurunan pada Indeks yang diterima petani (It) sebesar 1,63 persen berupa penurunan harga gabah dan jagung. Indeks yang dibayar petani (Ib) mengalami peningkatan sebesar 0,12 persen dengan indeks KRT naik sebesar 0,04 persen, sedangkan indeks BPPBM naik sebesar 0,39 persen. 





Periode Maret 2026, Nilai Tukar Petani untuk Subsektor Hortikultura (NTPH) berada pada angka 90,38 atau mengalami penurunan indeks sebesar 7,30 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan NTPH ini terjadi dikarenakan indeks yang diterima petani (It) turun sebesar 7,26 persen dengan turunnya harga jual komoditas sayur-sayuran (cabai rawit, cabai merah dan bawang merah). Sementara itu, Indeks yang dibayar petani (Ib) mengalami peningkatan sebesar 0,04 persen dimana indeks KRT naik sebesar 0,03 persen dan indeks BPPBM naik sebesar 0,15 persen. 





Selama Maret 2026, Nilai Tukar Petani untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) adalah sebesar 160,27 atau mengalami peningkatan indeks sebesar 0,10 persen dibanding bulan sebelumnya. Indeks yang diterima petani (It) mengalami peningkatan sebesar 0,15 persen dengan naiknya harga komoditas Tanaman Perkebunan Rakyat, yaitu (kopi, kelapa sawit, dan karet). Serta, indeks yang dibayar petani (Ib) mengalami peningkatan sebesar 0,06 persen. Hal ini dikarenakan turunnya indeks KRT sebesar 0,03 persen dan naiknya indeks BPPBM sebesar 0,47 persen.





Aentenews by Ampelsa 


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB

Terpopuler

X