Dia menambahkan, Kementerian PU juga masih melakukan survei lokasi tambahan di sekitar kawasan tersebut untuk memenuhi kebutuhan huntara lainnya.
“Penataan kawasan huntara dibuat terpadu agar proses pemulihan kehidupan warga terdampak berjalan lebih cepat dan terarah,” katanya.
Selain unit hunian, di kawasan huntara juga dilengkapi toilet komunal, dapur bersama, area cuci, jaringan listrik, pencahayaan, serta sistem air bersih dan sanitasi.
“Fasilitas tersebut disiapkan untuk memastikan masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara layak selama menempati hunian sementara,” pungkas Murthalamuddin.
Sebelumnya, Rumah Zakat bersama Bulak Sumur Peduli, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Tangguh Research Group on Resilient Architecture juga sedang membangun 100 huntara di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan.//Redaksi.