Cut Huzimah menjelaskan, terkait dampak bencana alam pada sektor perkebunan itu, pastinya pemerintah akan membantu petani kopi sesuai dengan tingkat kerusakan, rusak sedang hingga rusak berat..
Pemerintah akan terus update dengan Kementerian Pertanian dan begitu juga bantuan pemulihan ekonomi melalui APBN,” katanya.
Sementara, Kadis Kominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal menyatakan luas tanaman perkebunan terddampak bencana alam banjir dan losngsor itu kemungkian akan bertambah hingga batas pendataan 10 Januari 2026.
Selain perkebunan kopi yang terdampak, beberapa jenis tanaman perkebunan lainnya juga mengalami kerusakan, antara lain kakao seluas 1.685 hektare, sawit rakyat 17.828 hektare, pinang 482,32 hektare, karet 7.037,50 hektare, kelapa dalam 446,20 hektare, nilam 74,40 hektare, tembakau 201,22 hektare, serai wangi 360 hektare dan kemiri 170 haktre, serai wangi 360 hektare dan tebu 0,90 hektare.
Dari total 23 kabupaten/kota di provnsi Aceh, terdapat 13 daerah yang sektor perkebunannya terdampak bencana alam banjir dan longsor.// Aentenews by Ampelsa.